Dapatkan info terbaru via Facebook. Silahkan klik LIKE / SUKA.

?

Haute Stoner Cuisine, Makanan Ganja Jadi Trend di Amerika

Sponsored

Haute Stoner Cuisine, Makanan Ganja Jadi Trend di Amerika

Di Indonesia, peredaran daun berjari 7 atau 9 ini dilarang karena tergolong narkotika. Namun, penggunaan ganja di Amerika Serikat justru meluas hingga ke industri kuliner. Trend ini mulai terlihat setelah kemunculan istilah 'haute stoner cuisine'.



Seperti 'haute cuisine' yang berarti makanan mewah, 'haute stoner cuisine' dapat diartikan sebagai makanan mewah yang mengandung ganja. 'Stoner cuisine' bisa juga bermakna kombinasi kreatif makanan, seperti spaghetti burger. Istilah ini diucapkan oleh Elise McDonough, pengarang buku resep 'The Official High Times Cannabis Cookbook' pada artikelnya di Huffington Post.

Wanita ini membuka tulisannya dengan mengutip Anthony Bourdain: "Semua orang merokok ganja usai bekerja, termasuk orang-orang yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya." Elise kemudian menyebutkan bahwa tak hanya musisi, artis, dan orang-orang yang bekerja di bidang kreatif yang menggunakan mariyuana, tapi juga koki.

Menurut Elise, para ahli masak ini beristirahat dari kesibukan di dapur dengan membakar lintingan ganja dan mengisapnya. Hal ini konon dapat membuat daya imajinasi mereka berkembang. "Ganja adalah zat sensual yang cocok untuk gaya hidup kuliner. Tanaman ini dapat mempertinggi seluruh pengalaman makan, mulai dari mempersiapkan, menyajikan, bersantap, hingga mencuci piring," kata Elise.

Ganja telah memasuki berbagai hidangan di Amerika. Di California Utara, pusat revolusi mariyuana di Amerika, ganja dicampurkan ke dalam cokelat batangan. Scott Van Rixel, pembuat cokelat bernama 'Bhang' ini, menggunakan konsentrat minyak cannabis. Siapapun yang memiliki medical marijuana card (kartu identitas pengguna ganja untuk keperluan medis) bisa membeli cokelat yang memenangkan penghargaan ini.

Sementara itu, di Los Angeles, Chef Laurent Quenioux dan Thi Tran menggelar 'Weed Dinner'. Inilah jamuan makan rahasia yang menggunakan ganja sebagai salah satu bahan masakannya. Biasanya, makanan yang menggunakan ganja mengandung bahan-bahan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan bahan-bahan tambahan. Bubuk bunga ganja atau getah dari bunga ganja betina (hashish) menciptakan rasa yang jauh lebih manis dan enak dibanding daunnya.

Menurut Elise, populernya penggunaan ganja dalam makanan adalah karena kegunaan medisnya. Tanaman yang berdaun mirip singkong ini mengandung cannabinoid, komponen kimia unik yang dapat menyembuhkan rasa sakit, mual, serta bersifat anti peradangan dan dapat melawan kanker. Jus daun ganja mentah menjadi obat populer bagi pasien yang membutuhkan zat THC dan CBD non-psikoaktif dosis tinggi.

Elise menyebutkan beberapa resep yang cocok dipadukan dengan ganja. Haze, jenis ganja yang berefek kuat serta tinggi kandungan sabinene dan myrcene, cocok dicampur dengan sup mangga dan serai ala Thailand. Hidangan gurih seperti rosemary-roasted potatoes nikmat dikombinasikan dengan cannabis butter dari jenis yang mengandung pinene.

"Akhiri acara bersantap dengan dessert cokelat yang mengandung ganja mint. Ganja tersebut sebaiknya yang tinggi kandungan alpha-phellandrenenya,"

Sumber

Sponsored
Copyright 2011. All rights reserved.
artist photos