Dapatkan info terbaru via Facebook. Silahkan klik LIKE / SUKA.

?

Menyelami Surah Malaikat

Sponsored

Menyelami Surah Malaikat

SOBAT, percayakan tentang kehadiran malaikat? Tentu, karena kita umat muslim yang menghayati rukun iman yang kedua ini. Lalu, pernahkah membaca Surah Al-Faatir? Perlu diketahui, Surah ke-35 dari Al-Qur’anul Kariim ini memiliki lembaran hikmah yang luar biasa. Surat ini terdiri dari 45 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah, diturunkan setelah surah Al Furqon, dan merupakan surat yang dimulai dengan sebutan hamdalah (Alhamdulillah..)


Surat Al Faatir (surah Pencipta), dijuluki dengan surat Al-Malaikat karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Alloh telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang memiliki beberapa sayap dan diterangkan bahwa Alloh adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikat-malaikat, Pencipta alam semesta yang seluruhnya sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

“Segala puji bagi Alloh pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai urusan) yang memiliki sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, empat. Alloh ,menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia Kehendaki. Sungguh, Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Faathir:1)”.

Subhanallah, ternyata ada penjelasan dari Al-Qur’an yang menyatakan bahwa malaikat itu bersayap…

QS ini memberikan sisi inspirasi yang berarti tatkala dibaca saat waktu-waktu utama. Di sini, kita bisa merasakan energi semangat yang luar biasa, menyusuri kesejukan batin sambil mengisi kantong kesyukuran tiada henti. Begitu berharga nilai dari sebuah kehidupan dan kebesaran yang dirancang oleh Sang Maha Pencipta. Coba,deh, telusuri ayat kedua, ketiga, dan seterusnya…

Di dalam Al Qur’an terdapat perumpamaan, dan perbandingan antara dua hal yang sama atau berlainan. Di dalam QS Al Faatir ini, terdapat lima penjelasan tentang beberapa hal yang berlainan; perbedaan jenis laut (QS. Al-Faathir:12), perbedaan antara orang buta dan melihat (QS. Al-Faathir:19), perbedaan gelap dan terang (QS. Al-Faathir:20), perbedaan panas dan dingin (QS. Al-Faathir:21), perbedaan hidup dan mati (QS. Al-Faathir:22). Dan ayat yang mendeskripsikan tentang proses hujan, perputaran siang dan malam, dan peredaran benda-benda langit.

Satu hal yang membuat saya tersentuh adalah ketika membaca ayat ke-18 dari QS ini.

“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikitpun, meskipun yang (yang dipanggilnya) itu kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka yang melaksanakan shalat. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Alloh-lah tempat kembali.”

Apakah Kita Tidur Di Alam Syurga?
“Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Alloh SWT yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri, yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu. [QS. Al-Faathir: 34-35]”

Dalam Asbabun kedua ayat tersebut dijelaskan bahwa Abdullah bin Abu Aufa menjelaskan, kedua ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki yang menghadap Rasulullah SAW dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidur adalah sebagian nikmat Alloh di dunia ini. Apakah kelak, kita juga akan tidur di surga?’ Rasulullah menjawab, “Tidak. Karena tidur adalah temannya maut, sedangkan di surga tidak ada kematian.” ‘Bagaimana istirahat para ahli surga?” Tanya lelaki itu lagi. Rasul menjawab,”Di surga tak ada rasa lelah. Semuanya serba menyenangkan,” [HR Baihaqi dan Ibnu Abi Hatim]

Pada bagian akhir surah Al Faatir, dikemukakan bahwa orang-orang musyrik bersumpah akan beriman apabila datang kepada mereka seorang pemberi peringatan. Tetapi, setelah datang rasul kepada mereka, mereka mengingkarinya (QS. Al-Faathir: 42-45).

Kesimpulan surat Al Faathir ialah mengajak manusia untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Alloh, menjauhi perbuatan syirik, menghayati keindahan alam semesta, dan mengagumi segala penciptaan Alloh, termasuk meyakini kehadiran para malaikat…

Sponsored
Copyright 2011. All rights reserved.
artist photos