Dapatkan info terbaru via Facebook. Silahkan klik LIKE / SUKA.

?

5 Penanaman yang Membuat Bagian Tubuh Manusia Lebih Berguna

Sponsored

5 Penanaman yang Membuat Bagian Tubuh Manusia Lebih Berguna

Dalam 20 tahun terakhir, bioteknologi berkembang cepat seiring dengan kemajuan perkembangan ilmiah saat ini. Dengan perangkat baru masuk ke uji klinis, teknologi memasukan terobosan baru dalam bidang elektronika. Teknologi yang bisa menghubungkan dunia fisik dan dunia maya dengan cara yang sangat natural dan terasa nyaman. Penggabungan elektronika dan biologi adalah kuncinya. Semua pembuatan perangkat elektronik sulit dan kaku, sementara biologi lembut dan elastis. Ini dua dunia yang berbeda. Untuk mengintegrasikan keduanya, berikut info dari uniknya.com untuk menghimpun 5 penanaman bioteknologi tersebut yang ditanam pada tubuh manusia;

1. RFID Chips
Sebuah cara yang bagus dan mudah untuk memulai dengan aktifitas program komputer dalam tubuh adalah dengan menanamkan chip RFID ke dalam tubuh. Sebuah chip RFID merupakan antena pasif yang sudah dikonfigurasikan untuk mengirimkan kode tertentu ketika didekatkan oleh aplikasi pembaca kode RFID. Pada umumnya, RFID digunakan sebagai kunci dari berbagai macam kebutuhan, seperti mengatur komputer atau ponsel anda untuk membuka kunci pengamanan dari aplikasi tersebut. Atau menginstal sebuah baut RFID yang aktif di depan pintu rumah dan aplikasi pembaca RFID di mobil sehingga anda tidak memerlukan lagi kunci untuk menjalankan mobil. Benar-benar aman dan anda dapat melakukannya sendiri.


2. Sensor Medis
Kebanyakan orang pergi ke dokter ketika ada sesuatu yang salah dari dalam diri mereka. Dengan sistem pemantauan kesehatan manusia berbasis jaringan sensor yang tertanam dalam tubuh, kita mampu mendeteksi bahkan bau sedikit samar dari gejala-gejala seperti kanker, berupaya mengingatkan kita masih punya banyak waktu untuk pencegahan. Beberapa tahun yang lalu, seorang Profesor dari MIT mengembangkan implan dengan panjang 0,2 inci yang tertanam dengan nanopartikel yang akan merespon sel-sel kanker. Dalam waktu dekat, kita semua bisa mendapatkan implan tersebut dengan pengaturan berukuran nano virus dan detektor penyakit yang dapat mengirim peringatan instan ke ponsel kita. Dan bahkan ponsel dokter yang kita percayai.


3. Pengumpulan Energi
Manusia memiliki potensi untuk menghasilkan banyak listrik. Bagian tersulit adalah menemukan cara yang baik untuk memanen listrik tersebut dalam tubuh kita. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan piezoelektrik karet film yang dapat ditanamkan di bawah kulit Anda. “piezo-karet” ini dapat mengkonversi 80% dari energi mekanik (lentur atau tekanan) menjadi listrik, dan ditambah dengan sebuah kumparan induksi. Dengan alat ini anda bisa mengisi batre telepon genggam anda dengan hanya menekan alat tersebut terhadap lapisan permanen energi tepat di bawah kulit anda.


4. Remote Otak
Ya, dengan alat ini memungkinkan anda untuk mengubah saluran TV dan bahkan menelusuri web. Intel telah bekerja pada implan otak yang dirancang untuk membaca gelombang otak Anda secara langsung dan menerjemahkan pengalaman anda menjadi perintah yang kemudian dapat dikirim secara nirkabel ke berbagai perangkat elektronik, dari TV ke komputer atau ke ponsel.


5. Bionic Eyes
Mata kita telah melakukan tugas yang cukup layak untuk membiarkan kita melihat sekeliling. Tapi dalam pengertian yang mutlak, “hardware” biologis kita sedikit “primitif”. Kita bisa melihat tiga warna berbeda dalam berbagai spektrum yang cukup sempit, dan kita memerlukan sejumlah besar cahaya untuk melakukannya. Bila dibandingkan dengan mata yang dimiliki oleh udang mantis kecil yang dapat melihat dua belas warna yang berbeda dari cahaya dari infrared ke ultraviolet. Untungnya, kita bisa mengganti mata kita dengan kamera, yang dapat kita pasang untuk melihat apa pun panjang gelombang yang berbeda yang kita inginkan. Selain itu fungsi Bionic eyes juga dapat memberikan pandangan, mendeteksi cahaya, untuk orang yang buta karena penyakit mata degeneratif seperti degenerasi makula dan retinitis pigmentosa yang banyak di alami pada usia diatas 55 tahun. Pada gambar di bawah ini menunjukkan mata bionik prototipe dari Proyek Boston Retinal Implant.


Sumber

Sponsored
Copyright 2011. All rights reserved.
artist photos